Selasa, 17 Juni 2014

Wapres Boediono: Pemerintah Daerah Wajib Dukung Program KKBPK

Para tamu undangan yang hadir pada Harganas XXI  yang
digelar di Surabaya, Sabtu (14/6)|Saniah LS
SURABAYA -  Wakil Presiden RI, Boediono meminta kepada kepala daerah di Indonesia untuk mendukung program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Hal itu disampaikannya dalam pidato singkatnya dalam peringatan Hari Keluarga Nasional 2014 ke-21 yang digelar di Lapangan Makodam Brawijaya Surabaya, pada Sabtu (14/6).

Hadir dalam peringatan Harganas XXI,  Menteri Kesehatan RI, Nafsiah Mboi, Kepala BkkbN Fasli Jalal, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Ketua Dharma Wanita dan Dekranas, Vita Gamawan Fauzi, yang juga selaku Ketua Umum Panitia Harganas 2014, Gubernur, Bupati, Walikota, dan Kepala BkkbN dari 33 Provinsi di Aceh.

“Gubernur, Bupati, dan Walikota di Indonesia harus mendukung program Kependudukan dan Keluarga Berencana, juga program Pembangunan Keluarga. Sehingga melahirkan keluarga-keluarga berkualitas di Indonesia. Untuk mencapai itu semua, perlu menggunakan kata yang sama, sasaran yang sama, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya, antara pusat dan daerah,” tegas Boediono.

Wakil Presiden juga mengatakan, bagaimana program KKBPK itu bisa terlaksana dengan baik,  terletak pada kegigihan pelaksanaan program  tersebut. Selain masing-masing daerah dipandang perlu menyusun program dan kegiatan KKBPK yang terpadu dan terencana.

Ketua PKK Aceh: Ketahanan Keluarga Harus Dimulai dari Keluarga

Ketua TP-PKK Aceh, Niazah Abd Hamid (tengah) saat memberi pidato dan
 sekaligus membuka Pelatihan BKB di Aula Perwakilan BkkbN Aceh
Senin, (19/5) lalu di Banda Aceh|dok.BkkbN
Banda Aceh – Upaya peningkatan pembangunan ketahanan keluarga harus dimulai dari keluarga. Hal itu ditegaskan Ketua TP-PKK Provinsi Aceh, Niazah Abd Hamid di depan 46 peserta dan tamu undangan yang hadir, saat membuka Pelatihan Bina Keluarga Balita (BKB) di Aula Perwakilan BkkbN Aceh, Senin (19/5) lalu, di Banda Aceh.

Pada kesempatan itu, istri Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah yang juga merupakan Bunda Paud Aceh ini menyampaikan dalam pidatonya bahwa untuk mencapai upaya tersebut harus melalui Tribina atau Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia.

“Keluarga-keluarga di Aceh dituntut untuk memiliki ketahanan agar dapat mengelola sumber daya dan menanggulangi masalah-masalah yang dihadapi selama ini. Contoh masalah yang sangat miris dihadapi anak-anak kita sekarang ini adalah pelecehan seksual, untuk itu yang mampu melakukan ketahanan keluarga adalah orangtua,” kata Niazah.

Niazah juga menambahkan, banyak sekali kegagalan dalam pengasuhan anak artinya bukan karena kurangnya kasih sayang orangtua pada anak, melainkan karena sebagian besar orangtua tidak tahu bagaimana cara mengasuh yang baik dan benar anak-anak mereka. 

Jumat, 02 Mei 2014

Ichwan dan Debbie Dumas GenRe Aceh 2014

Para Dumas GenRe Aceh 2014|Saniah LS
BANDA ACEH – Ichwan Hassafa, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala dan Debbie Silviana, mahasiswi dari Poltekkes Kemenkes Aceh dinobatkan sebagai Duta Mahasiswa Generasi Berencana (GenRe) Aceh 2014, setelah berhasil menyisihkan 28 Finalis lainnya pada Malam Puncak Pemilihan Dumas GenRe Aceh 2014 yang digelar di Gedung ACC Sultan Selim II, Banda Aceh Rabu malam (16/4) lalu.

Dengan demikian Ichwan dan Debbie mewakili Aceh ke tingkat Nasional yang rencananya Pemilihan Dumas GenRe 2014 akan dilaksanakan pada Mei mendatang di Jakarta. Diharapkan kedua duta dari Aceh ini bisa kembali mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, kami berdua dipercaya mewakili Aceh ke tingkat nasional. Mohon doa dan dukungannya  supaya kami nanti bisa kembali mengharumkan nama Aceh seperti wakil-wakil Aceh yang terdahulu, meraih juara Favorit dan Juara 3,” kata Ichwan yang diaminkan Debbie.

Natsir Ilyas Kepala Perwakilan BkkbN Aceh

Drs M. Natsir Ilyas M.Hum saat diambil sumpah
 jabatan sebagai Kepala Perwakilan BkkbN Aceh
beberapa waktu lalu|Saniah LS
BANDA ACEH – Setelah beberapa tahun Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BkkbN) Aceh dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt), akhirnya pada Rabu (20/3) lalu, Gubernur Aceh, H dr Zaini Abdullah disaksikan Kepala BkkbN RI, Prof Dr Fasli Jalal, PhD SpGK, melantik Drs M Natsir Ilyas M Hum, di Aula Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh menggantikan pejabat lama Drs Saflawi TR MM yang selama ini menjabat sebagai Plt.

Turut hadir pada pelantikan tersebut, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Dalam Negeri RI Tarmizi A Karim, Walikota Banda Aceh, Hj Illiza Sa’aduddin Djamal SE, dan sejumlah pejabat lainnya dilingkup Pemerintah Aceh, jajaran BkkbN RI, dan Perwakilan BkkbN Aceh.

Gubernur Aceh, H dr Zaini Abdullah dalam sambutannya mengatakan, pelantikan tersebut jangan dipandang sebagai acara pengukuhan semata. Tapi, katanya, sebagai titik balik merefleksikan diri dan mengingat arti pentingnya institusi BkkbN dalam membangun dan mempersiapkan keluarga sebagai wahana persemaian nilai-nilai luhur budaya bangsa.

 “Melalui peran penting BkkbN, saya ingin masyarakat Aceh dapat menempatkan diri sebagai kekuatan bangsa,” ujarnya.

Remaja Jembatan Menuju Bonus Demografi Indonesia

Kepala BkkbN RI, Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D, SpGK sedang memberi
kuliah umum di FKIP Unsyiah dalam lawatan kerjanya ke Banda Aceh
beberapa waktu lalu|Saniah LS 
BANDA ACEH – Bangunan itu memang terlihat sederhana. Bangunan rumah dengan tiga ruang kamar didalamnya. Semakin masuk ke dalam semakin terlihat ke-kompleksitasannya. Suasana nyaman sengaja diciptakan, karena ruangan-ruangan di dalam bangunan ini adalah ruang tempat berbagi.

Rumah ukuran kecil yang berlokasi di kawasan Peurada Banda Aceh ini adalah sekretariat Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Bungong Jeumpa. Rumah ini segaja dihadirkan untuk memberi tempat bagi masyarakat dari segala lapisan untuk mendapat pengetahuan seputar keluarga, bahkan informasi untuk mempersiapkan sebuah keluarga.

Rabu 19 Maret 2014 lalu, Kepala BkkbN RI, Prof. dr. H. Fasli Jalal, Ph.D, SpGK beserta rombongan berkesempatan mengunjungi PPKS Bungong Jeumpa, dan berdialog langsung dengan para Konselor dan berdialog langsung dengan PLKB/PKB.

Fasli Jalal terlihat puas, dengan konsep ruang berbagai yang ditampilkan oleh PPKS Bungong Jeumpa. Fasli Jalal meminta kepada segenap relawan PPK untuk bisa terus memasyarakatkan kebiasaan berbagi alias konseling demi terciptanya sebuah keharmonisasian dalam keluarga. 

Kamis, 01 Mei 2014

FASLI JALAL, APRESIASI PENGELOLAAN PPKS BUNGONG JEUMPA

Kepala BkkbN RI, Prof.dr. Fasli Jalal, Ph.D.SpGKd
(tengah) sedang memberi sepatah dua patah kata dalam
dalam lawatannya ke PPKS Bungong Jeumpa beberapa
waktu lalu|Saniah LS
BANDA ACEH - Disela-sela lawatan resminya menjelang pelantikan Kepala Perwakilan BkkbN Aceh yang baru, Kepala BkkbN RI, Prof.dr. Fasli Jalal, Ph.D.SpGK menyempatkan diri untuk melihat langsung PPKS (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera) Bungong Jeumpa di Jalan Peurada Utama depan Kompleks Bea Cukai Banda Aceh, Rabu (19/03).

Kedatangan Kepala BKKBN Pusat berserta rombongannya disambut hangat oleh Plt.Perwakilan BKKBN Aceh, Drs Saflawi TR MM, Kabid KSPK, Faridah SE MM, Kabid KB dan KR, Muhammad Razali SE, Staff Perwakilan BkkbN Aceh, Geuchik Gampong Peurada Utama, Konselor, Relawan PPKS dan PLKB, dengan acara seremonial singkat dan mempersilakan Tim BkkbN Pusat ini meninjau langsung berbagai fasilitas dan program-program yang selama ini dijalankan PPKS.

Dalam sambutannya Plt. Perwakilan BkkbN Aceh Drs. Saflawi TR, MM menjelaskan di usia PPKS yang belum genap 2 tahun sudah diminati secara luas di kalangan masyarakat  baik yang datang langsung maupun yang di kunjungi oleh Para Relawan PPKS seperti di Lembaga Pemasyarakatan.

Rabu, 09 April 2014

Ini 30 Finalis Duta Mahasiswa GenRe Aceh 2014

Seksi wawancara peserta wanita|Saniah LS
Seksi wawancara peserta pria|Saniah LS


BANDA ACEH  – Panitia Pemilihan Duta Mahasiswa Generasi Berencana (GenRe) Aceh 2014 akhirnya memilih 30 finalis yang akan mengikuti malam puncak Ajang Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe Aceh 2014 yang rencananya akan digelar pada malam 16 April di Gedung ACC Sultan II Selim, Banda Aceh.

Mereka yang terpilih sebagai finalis dinyatakan telah lulus seleksi wawancara yang digelar selama 2 hari, 5-6 April 2014 lalu. Mereka yang ikut dalam seleksi wawancara tersebut sekitar seratusan mahasiswa/mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di Aceh.

Finalis terdiri dari 15 orang pria dan 15 orang wanita ini nantinya akan di karantina dan dibimbing mulai tanggal 14 – 16 April 2014 di Mess Perwakilan BkkbN Aceh, sedangkan pada tanggal 12 April 2014 seluruh finalis akan mengikuti Technical Meeting yang akan berlangsung di Aula Perwakilan BkkbN Aceh pada pukul 09.00 WIB.